Minggu, 04 Desember 2011

Manusia Satu Kata


boneka tangan Raja
by tsabita boneka
Boneka tangan yang dibutuhkan: Boneka tangan kerajaan

Hari yang cerah. Raja Mahendra pergi ke hutan untuk menguji kemampuannya berburu. Ia melarang para pengawal mengikutinya masuk ke hutan. Di tengah hutan, tampak seekor kijang asyik makan rumput. Raja Mahendra langsung membidik anak panahnya.

Ah, kijang itu berhasil melarikan diri. Raja Mahendra mengejarnya. Namun ia terperosok masuk ke lubang yang cukup dalam. Ia berteriak sekeras-kerasnya memanggil para pengawal. Namun suaranya lenyap ditelan lebatnya hutan. Selagi Raja Mahendra merenungi nasibnya, ia terkejut melihat seseorang berdiri di tepi lubang.
“Hei! Siapa kau?” tanya Raja. Orang itu tak menjawab. “Aku Raja Mahendra! Tolong naikkan aku!” pintanya dengan nada keras. “Tidak!” jawab orang itu. Raja menjadi geram. Ia ingin memanah orang itu. Namun sebelum anak panah melesat, orang itu lenyap. Tak lama kemudian, jatuhlah seutas tali. Raja mengira itu pengawalnya. Namun, ternyata orang tadi yang melempar tali.
boneka tangan petani
by tsabita boneka


“Jadi kau mau menolongku?”
“Tidak!” jawabnya lagi. Raja menjadi bingung. Katanya tidak, mengapa memberi tali? Apa boleh buat, yang penting orang itu mau menolongnya. Raja Mahendra berhasil naik. Ia mengucapkan rasa terima kasih.

“Maukah kau kubawa ke kerajaan?” tawar Raja.
“Tidak!” jawab si penolong.
“Kalau tidak mau, terimalah beberapa keping emas.”
“Tidak!” jawabnya lagi, tetapi tangannya siap menerima.
Akhirnya Raja Mahendra sadar, bahwa orang itu hanya bisa bicara satu kata. Yaitu tidak. Walau berkata tidak, orang itu dibawa juga ke kerajaan. Sampai di kerajaan Raja Mahendra memanggil Patih.

“Paman Patih, tolong berikan pekerjaan pada manusia satu kata ini. Ia hanya bisa berkata, tidak.”
“Mengapa paduka membawa orang yang amat bodoh ini?”
“Walau bodoh, ia telah menolongku ketika terperosok lubang.” Patih berpikir keras. Pekerjaan apa yang sesuai dengan orang ini.

boneka tangan pengawal/ksatria
by tsabita boneka


Setelah merenung beberapa saat, Patih tersenyum dan berkata, “Paduka kan bermaksud mengadakan sayembara untuk mencari calon suami bagi sang putri. Tetapi sampai kini Paduka belum menemukan jenis sayembaranya.”
“Benar Paman Patih, aku ingin mempunyai menantu yang sakti dan pandai. Tetapi apa hubungannya hal ini dengan sayembara?”

“Peserta yang telah lolos ujian kesaktian, harus mengikuti babak kedua. Yaitu harus bisa memasuki keputren dengan cara membujuk penjaganya.”
“Lalu, siapa yang akan dijadikan penjaga keputren?”
“Manusia satu kata itu, Paduka.”
“Lho, ia amat bodoh. Nanti acara kita berantakan!”
“Percayalah pada hamba, Paduka.”
Pada hari yang ditentukan, peserta sayembara berkumpul di alun-alun. Mereka adalah raja muda dan pangeran dari kerajaan tetangga. Di babak pertama, kesaktian para peserta diuji. Dan, hanya tiga peserta yang berhasil.

Ketiganya lalu dibawa ke depan pintu gerbang keputren. Patih memberi penjelasan pada mereka. Nampaknya mudah. Mereka hanya disuruh membujuk penjaga keputren sehingga dapat masuk keputren.

Peserta hanya boleh mengucapkan tiga pertanyaan.
“Penjaga yang baik. Bolehkah aku masuk keputren?” tanya peserta pertama.
“Tidak!” jawab si manusia satu kata.
“Maukah kuberi emas sebanyak kau mau, asal aku diperbolehkan masuk?”
“Tidak!”

boneka tangan putri
by tsabita boneka

Pertanyaan tinggal satu.
“Kau akan kujadikan Senopati di kerajaanku, asal aku boleh masuk.”
“Tidak!” ujar si manusia satu kata.
Peserta pertama gugur. Ia mundur dengan lemah lunglai. Peserta kedua maju. Ia telah menyusun pertanyaan yang dianggapnya akan berhasil,

“Penjaga, kalau aku boleh masuk keputren, kau akan kunikahkan dengan adikku yang cantik. Setuju?” pertayaan pertama peserta kedua.
“Tidak!”
“Separoh kerajaan kuberikan padamu, setuju?”
“Tidak!”
“Katakan apa yang kau inginkan, asal aku boleh masuk.”
“Tidak!”
Peserta kedua pun mundur dengan kecewa. Mendengar percakapan dua peserta yang tak mampu masuk keputren, Raja Mahendra tersenyum puas. Pandai benar patihku, katanya dalam hati.
Peserta terakhir maju.

boneka tangan pangeran
by tsabita boneka

Semua penonton termasuk Raja Mahendra memperhatikan dengan seksama. Raja muda itu tampak percaya diri. Langkahnya tegap penuh keyakinan.

“Wahai penjaga keputren, jawablah pertanyaanku baik-baik. Tidak dilarangkah aku masuk keputren?” tanyanya dengan suara mantap. Raja Mahendra, Patih, dan penonton terkejut dengan pertanyaan itu.

Dengan mantap pula penjaga menjawab.
“Tidak!” Seketika itu sorak-sorai penonton bergemuruh, mengiringi kebehasilan peserta terakhir. Si raja muda yang gagah lagi tampan. Raja Mahendra sangat senang dengan keberhasilan itu. Calon menantunya sakti dan pandai.

Sayembara usai. Manusia satu kata berjasa lagi pada Raja Mahendra. Ia dapat menyeleksi calon menantu yang pandai. Walau bodoh, Raja Mahendra tetap mempekerjakannya sebagai penjaga keputren.

Sumber Cerita: Oleh Mujinem (Bobo No. 40/XXVII)

Rumah Baru Untuk Riri

Boneka jari :Keong

Riri adalah anak keong yang selalu ceria dan mempunyai banyak teman. Suatu hari dia tampak muram tidak seperti biasanya.
“Ibu,aku ingin rumah baru”, saat itu ibunya sedang tidur siang. Ibu menatap Riri dengan heran.
“Ada apa Riri Sayang?”, tanya ibu.
“Aku ingin rumah baru bu, rumahku sudah berlubang,lihatlah bu”.
“Rumah mu masih bagus koq”, kata ibu.
“Tapi aku tidak mau bu punya rumah yang sudah berlubang begini”, lanjut Riri.
dari internet


Dengan tersenyum dan mengerti maksud Riri, ibu menjawab, “Ayo kita cari di tepi pantai”. Di tepi pantai banyak sekali rumah-rumah bekas yang di tinggal kan oleh yang terdahulu, ada yang masih bagus dan ada juga yang telah hancur.“Kamu ingin rumah yang seprti apa?”, tanya ibu.
“Aku ingin rumah yang seperti Haro, rumahnya bagus dan berkilau bila terkena sinar matahari”, pinta Riri. Kemarin Haro, teman Riri baru saja mengganti rumah lamanya dengan rumah baru yang bagus dan berkilau jika terkena sinar matahari. Rumah Haro membuat iri banyak teman-temannya.

“Aku juga ingin rumah yang seperti fifi rumah nya sangat luas”, pinta Riri lagi. Ibu hanya tersenyum mendengar pinta riri yang begitu banyak.
“Bagaimana dengan rumah yang ini?”, kata ibu sambil menunjukkan rumah yang ditemukan.
“Ya ya seperti ini, aku mau yang ini rumah sama persis dengan rumah Haro”, kata riri dengan senangnya. Lalu Riri mencoba memasukkan tubuhnya ke dalam rumah baru yang berkilau ketika terkena sinar matahari.
“Hei, siapa itu enak saja masuk ke rumahku”, kata sang pemilik rumah yang bagus itu.
“Maaf pak,saya tidak sengaja”, Riri meminta maaf kepada sang pemilik rumah.
“Rumah bagus pasti sudah berpemilik ya bu?”, tanya riri kepada ibu nya.
“Bagaimana dengan rumah yang bagus ini?”, tanya ibu sambil menunjuk ke rumah yang besar.
“Ya aku ingin rumah yang ini”, sorak Riri. Lalu Riri mencoba memasukan tubuhnya.
“Terlalu besar untukku bu”, kata riri sedih.
“Bagaimana dengan yang ini nak?”, tanya ibu.
“Rumah ini mirip dengan rumah Fifi”, kata riri senang lalu ia mencoba memasukan tubuhnya.
“Lihat bu, ada lubang di belakang rumah ini”, keluh riri penuh kecewa. Lalu ia melihat rumah yang berwarna kuning yang bagus.
“Bu aku mau yang ini”, pinta Riri. Riri pun memasukkan tubuhnya ke rumah baru temuannya.
“Di dalam ini begitu nyaman, tidak kepanasan, tidak kedinginan.”


Lalu tiba-tiba ibu tertawa terbahak-bahakr. “kenapa ibu tertawa?”, tanya Riri dengan heran. Ibu masih saja tertawa tak henti.
“Itukan rumahmu yang dulu,lihat ada lubang kecil di atas rumahmu.”
“Memang ya bu rumah kita memang paling nyaman ya bu.”, jawab Riri sambil tersipu malu.

Sabtu, 03 Desember 2011

Putri Raja dan Gadis Desa

boneka tangan kerajaan by tsabitaboneka
Boneka yang dipakai: boneka tangan kerajaan dan boneka tangan keluarga indonesia

Billa sering melihat putri Safira berjalan-jalan di taman bunga bersama pengasuhnya. Dari jauh Billa selalu memperhatikan putri Safira yang cantik dan selalu memakai gaun yang indah. Dan bila ingin berpergian, ada kereta kuda yang siap mengantarkannya . Billa yakin, kalau makanan Safira pun pasti selalu lezat rasanya. Sebenarnya wajah Billa dan putri Safira agak mirip cuma putri Safira selalu bersih dan wangi beda denga penampilan Billa yang lusuh.

boneka tangan keluarga indonesia/asia by tsabitaboneka

“hmm, aku tak suka pada Safira”, ujar Billa kepada dirinya sendiri. Ia merasa iri akan nasib mujur Safira yang dilahirkan sebagai putri raja. “ia memiliki begitu banyak benda yang indah”, pikir Billa, “sedangkan aku tak punya apa pun. Uh, aku benci padanya!”

Pada suati hari, Billa melihat putri Safira berlari mendekatinya. Ia sendirian. Billa heran, biasanya Safira selalu ditemani pengasuhnya. Ketika sampai di dekat Billa, Safira berhenti sambil tertawa. “tahukah kamu?” katanya. “pengasuhku tertidur. Aku lari dan meninggalkannya. “Bagaimana kalau kita bermain-main?”
Billa tak tersenyum sedikit pun. Dipandangnya gaun Safira yang indah dengan sangat iri. Kemudian, dipandangnya gaunnya sendiri yang terbuat dari bahan kasar berwarna merah.
“aku tak mau bermain denganmu”, ujar Billa kasar. “nasibmu sangat mujur, kau punya segala sesuatu, sedang aku sama sekali tidak!, kau putri raja, sedangkan aku Cuma gadis desa!”.
boneka muppet mini by tsabitaboneka
“ ah, menjadi putri raja bukanlah sesuatu yang menguntungkan!”, seru Safira. Ia sangat heran bahwa Billa menganggapnya mujur menjadi putri raja. “apakah kau anggap, ke mana-mana harus ditemani pengasuh itu suatu yang menyenangkan? Oh, aku ingin bisa pergi sendiri tanpa dibuntuti pengasuh! Bosan rasanya harus duduk berjam-jam di tengah pesta pora dengan makanan dan minuman lezat!. Ayah dan ibuku setiap hari sibuk, dan tidak pernah sempat bermain denganku, dan mengantarkan ku tidur pada malam hari! Apakah nasib seperti itu kau anggap mujur?”

“apalagi aku! Aku gadis desa yang miskin! mujurkah nasib sepertiku ini?” Tanya Billa. “aku harus mengasuh adikku yang masih bayi. Kamarku sempit dan bau, itu pun harus kutempati bersama adik perempuanku. Setiap hari aku harus membantu ayah di ladang. Lalu, aku harus pula membantu ibu membuat roti dan kue.”
“oh, betapa senang aku jadi kau,” kata Safira. “koki di istana terlalu resmi. Aku sama sekali tak boleh menjenguk dapur. Jadi, rupanya nasib kita sama saja bukan? Bagai mana kalau kita bertukar tempat sebentar, aku jadi kau dan kau jadi aku, setuju?”
boneka muppet mini by tsabitaboneka
Billa tak bisa menolak usul Safira. Diapun meminta ijin ke Ayah ibunya bahwa Safira akan menginap, Billa merahasiakan bahwa Safira adalah seorang putri raja hanya dikatakan Safira teman mainnya. Dalam sekejap, Billa telah mengenakan pakaian Safira dan Safira mengenakan pakaian Billa. Safira bermain dengan adik Billa yang masih bayi. Ia sangat menyukai bayi. Di istana tak ada seorang bayi pun .Dan Safira membantu orangtua Billa dengan sukacita.


Tiba-tiba pengasuh Safira datang. Wajahnya merah padam penuh amarah. Ketika melihat Billa, ia langsung mengira bahwa Billa adalah Safira. “dasar putri nakal! Kau berani lari meninggalkanku,ya?!” serunya. “awas! Sore nanti sebagai hukuman tak boleh mencicipi kue!”. Billa agak diseret kembali ke istana. Pengasuh itu sangat disiplin, malah jauh lebih disiplin daripada ibu Billa. Setiap kali,ada-ada saja yang dicelanya pada Billa. “jangan makan dengan sikut di atas meja! Jangan bicara waktu mulut masih penuh! Mengapa rambutmu? Begitukah seharusnya sikap seorang putri? Awas, kulaporkan kau kepada ratu!”

Ketika ratu singgah sebentar di tempat bermain anaknya, si pengasuh segera melaporkan segala kenakalan dan kesalahannya. “oh, betapa nakalnya kau, Safira!” bentak ratu. “tak tahukah kau bahwa belajar bersikap anggun itu sangat penting bagi seorang putri? Pengasuh, mempersiapkan Billa secantik-cantiknya untuk pesta nanti malam. Tapi ingat, kau hanya boleh memakan pudding susu, sebab makanan yang lainnya tak baik untuk anak kecil. Kau dengar itu?”
boneka muppet 70cm by tsabitaboneka
Pengasuh memandikan Billa lalu mendandaninya. Berkali-kali ia membentak Billa. “berdiri yang tegak! Nah, sekarang tunjukkan kepadaku bahwa kau bisa membungkuk dengan anggun. Astaga! Kau melakukannya seperti belum pernah diajari saja!”
Billa tak sabar menunggu pesta besar itu, tetapi, oh betapa membosankan pesta itu! berjam-jam lamanya Billa menunggu pesta itu berakhir, dan selama itu dia harus duduk tegak dan diam dengan anggun. Lalu, ketika tiba acara makan malam, ia tidak diperbolehkan makan apapun selain pudding susu.

Pengasuhnya mengingatkannya yang boleh dimakan. “aku ingin kue selai” Billa berkata keras. Ratu sangat terkejut. “bawalah dia ke tempat tidurnya” kata ratu. “mungkin ia lelah dan tidak enak badan”.Pengasuhnya segera menyeret Billa keluar dari ruang pesta. Setelah memarahinya, pengasuh itupun menyuruh Billa tidur. Billa menangis. Ratu tak datang ke kamarnya mengucapkan selamat tidur , bahkan Ratu tidak menyadari bahwa Billa bertukar peran dengan Safira. Billa merasa kesepian , ia rindu keluarganya.
“ah, aku tak suka menjadi putri raja” pikir Billa. “ternyata tidak seperti yang kubayangkan. Betapa bosannya hidup Safira di istana. Aku akan pulang, dan Safira harus segera kembali ke istana”.

Muppet mini by tsabitaboneka
Billa menyelinap keluar dari kamarnya melalui jendela. Kemudian ia berlari-lari menyebrangi halaman istana. Beberapa saat kemudian, sampailah ia di gubuk tempat pohon apel dekat jendela kamarnya, lalu ia pun melompat masuk melalui jendela. Perlahan-lahan ditepuknya bahu Safira.
Safira terbangun. Ia berbaring memeluk adik Billa yang gemuk dan lucu. Melihat Billa, Safirapun cepat-cepat bangkit. “aku kembali” bisik Billa. “cepat pakailah pakaianmu dan kembalilah kau ke istana”. “tidak! Aku tak mau!” kata Safira cepat. “aku lebih senang tinggal di rumahmu. Ibumu sangat baik begitu juga ayahmu walaupun dia tidak tahu aku putri raja”. “tidak, ayo bangunlah!”. “Tapi kau iri padaku?” kata Safira. “tidak, aku bodoh merasa iri terhadapmu, Safira. Itu Cuma membuat hatiku jengkel dan pendengki. Padahal kamu baik. Aku ingin kembali ke rumahku sendiri.”balas Billa.

“baiklah” kata Safira akhirnya. “aku mengerti kau takkan mau mengorbankan rumahmu. Bolehkah sesekali datang kesini dan bermain-main dengan adikmu?”. “tentu saja boleh”, kata Billa. Sejak saat itu Billa dan Safira bersahabat. Mereka bermain bersama bila Safira menyelinap ke luar istana tanpa sepengetahuan pengasuhnya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...