Jumat, 25 November 2011

Si Kancil dan Siput


Angin yang berhembus semilir-semilir membuat penghuni hutan mengantuk. Begitu jugadengan Si Kancil. Untuk mengusir rasa kantuknya ia berjalan-jalan di hutan sambil membusungkan dadanya. Sambil berjalan ia berkata, "Siapa yang tak kenal Kancil. Si pintar,si cerdik dan si pemberani. Setiap masalah pasti selesai olehku". Ketika sampai di sungai, iasegera minum untuk menghilangkan rasa hausnya. Air yang begitu jernih membuat Kancildapat berkaca. Ia berkata-kata sendirian. "Buaya, Gajah, Harimau semuanya binatang bodoh, jika berhadapan denganku mereka dapat aku perdaya".
boneka tangan hewan halfbody by tsabitaboneka

Si Kancil tidak tahu kalau ia dari tadi sedang diperhatikan oleh seekor Siput yang sedang duduk di bongkahan batu yang besar. Si Siput berkata, "Hei Kancil, kau asyik sekali berbicara sendirian. Ada apa? Kamu sedang bergembira?". Kancil mencari-cari sumber suara itu. Akhirnya ia menemukan letak Si Siput.
"Rupanya sudah lama kau memperhatikanku ya?". Siput yang kecil dan imut-imut. Eh bukan!. "Kamu memang kecil tapi tidak imut-imut, melainkan jelek bagai kotoran ayam". Ujar Si Kancil. Siput terkejut mendengar ucapan Si Kancil yang telah menghina dan membuatnya jengkel. Lalu Siputpun berkata, "Hai Kancil!, kamu memang cerdik dan pemberani karena ituaku menantangmu lomba adu cepat". Akhirnya mereka setuju perlombaan dilakukan minggu depan.

Setelah Si Kancil pergi, Siput segera memanggil dan mengumpulkan teman-temannya. Ia meminta tolong teman-temannya agar waktu perlombaan nanti semuanya harus berada di jalur lomba. "Jangan lupa, kalian bersembunyi di balik bongkahan batu, dan salah satu harus segera muncul jika Si Kancil memanggil, dengan begitu kita selalu berada di depan Si Kancil," kata Siput.

Hari yang dinanti tiba. Si Kancil datang dengan sombongnya, merasa ia pasti akan sangat mudah memenangkan perlombaan ini. Siput mempersilahkan Kancil untuk berlari duluan danmemanggilnya untuk memastikan sudah sampai mana ia sampai. Perlombaan dimulai.Kancil berjalan santai, sedang Siput segera menyelam ke dalam air. Setelah beberapa langkah, Kancil memanggil Siput.
Tiba-tiba Siput muncul di depan Kancil sambil berseru, "Hai Kancil! Aku sudah sampai sini." Kancil terheran-heran, segera ia mempercepat langkahnya. Kemudian ia memanggil Si Siput lagi. Ternyata Siput juga sudah berada di depannya. Akhirnya Si Kancil berlari, tetapi tiap ia panggil Si Siput, ia selalu muncul di depan Kancil. Keringatnya bercucuran,
Si Kancil (spesial order)

kakinya terasa lemas dan nafasnya tersengal-sengal. Ketika hampir finish, ia memanggil Siput, tetapi tidak ada jawaban. Kancil berpikir Siput sudah tertinggal jauh dan ia akanmenjadi pemenang perlombaan. Si Kancil berhenti berlari, ia berjalan santai sambilberistirahat. Dengan senyum sinis
Kancil berkata, "Kancil memang tiada duanya." Kancil dikagetkan ketika ia mendengar suara Siput yang sudah duduk di atas batu besar. "Oh kasihan sekali kau Kancil. Kelihatannya sangat lelah, Capai ya berlari?". Ejek Siput. "Tidak mungkin!", "Bagaimana kamu bisa lebih dulu sampai, padahal aku berlari sangat kencang", seru Si Kancil.

"Sudahlah akui saja kekalahanmu," ujar Siput. Kancil masih heran dan tak percaya kalau adikalahkan oleh binatang yang lebih kecil darinya. Kancil menundukkan kepala dan mengakuikekalahannya. "Sudahlah tidak usah sedih, aku tidak minta hadiah kok. Aku hanya inginkamu ingat satu hal, janganlah sombong dengan kepandaian dan kecerdikanmu dalammenyelesaikan setiap masalah, kamu harus mengakui bahwa semua binatang mempunyaikelebihan dan kekurangan masing-masing, jadi jangan suka menghina dan menyepelekanmereka", ujar Siput. Siput segera menyelam ke dalam sungai. Tinggallah Si Kancil denganrasa menyesal dan malu.

HIKMAH :Janganlah suka menyombongkan diri dan menyepelekan orang lain, walaupun kitamemang cerdas dan pandai.

Tidak ada komentar:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...